Sunday, September 28, 2008

"Sutan, Bagindo, tigo jo Sidi, di Pariaman urang batuah

Assalamualaikum ww

Iyoo ko ka-ditaruih-an mak Darul?
Haa.. jadilah, kan suai kito tu mamak & sanak R/N?

Ehhh ...... Ingek-kan lagu Cik Uniang Elly Kasim ...... "Sutan, Bagindo, tigo jo Sidi, di Pariaman urang batuah" ... dst. jadi jelaskan yang 3 ini memang istimewa.
Lhoo ... kok ..

Pariaman sebagai rantau pesisir, budaya-nya lebih berkembang dibanding Darek yang pedalaman, berbagai pengaruh akulturasi asing mampir disini yang kesemua-nya memperkaya khazanah budaya rantau pesisir barat ini, lihat aja misalnya kesenian "Tabuik" (di Bengkulu disebut "Tabot") adalah pengaruh Persia (Iran) yang menganut faham Syiah yang meyakini bahwa yang berhak menjadi Imam (khalifah) Islam dimuka bumi ini harus keturunan Rasulullah dari garis keturunan bapak yang nasab-nya sampai ke cucu kesayangan Rasulullah "Hasan dan Hosen" anak Kalifah Ali bin Abi Thalib yang juga adik sepupu dan sekaligus mantu Rasulullah itu

Diyakini bahwa ulama2 Syi'ah pernah hadir di Pesisir Barat Sumatera sejak dari Aceh di-utara hingga ke Sibolga, Pasaman, Pariaman, Painan dan Bengkulu di-selatan, namun pengaruh Syi'ah ini tenggelam akibat keras dan gencarnya ulama2 Wahabi meng-counter faham tersebut, hingga yang tersisa dari faham Syi'ah itu hanya terlihat di Pariaman dan Bengkulu yang dikenal dan dilestarikan masyarakat setempat sebagai "Upacara Tabuik" yaitu dalam rangka mengenang kepahlawanan cucu nabi Hasan dan Hosen yang tewas dan jasadnya dicincang dan ditendang kesana kemari oleh serdadu fihak lawan, sebagai buntut pertelegahan setelah wafatnya khalifah terakhir Ali bi Abi Thalib dimana sebagian umat mendukung bahwa yang berhak menggantikan Ali sebagai khalifah harus-lah keturunan Rasulullah tepatnya Hasan atau Hosen itu, dilain fihak berkembang pendapat "kan nggak harus begitu" lhaa .. Rasulullah aja nggak pernah ngomong gitu kok, jadi siapa saja berhak jadi khalifah asal syarat2 kepemimpinan terpenuhi (lewat fit & proper test kali yaa?), lihat ja tuh Abu Bakar, Umar dan Usman nggak ada hubungan darah kok dengan Rasulullah

Pertelegahan ini dimenangkan oleh Grup Muawiyah yang kemudian dimulailah pemerintahan Dinasti Muawiyah, Hasan & Hosen gugur dalam perang Karbala itu dan pengikut2nya menyingkir jauh ke utara kira2 didaerah Iraq dan Iran sekarang

Masyarakat Islam di Iran yang berfaham Syi'ah itu meyakini Ayatollah Khomeni dan Ayatollah Rafsanjani sebagai pemimpin / Imam seluruh Umat Islam didunia yang dinegara-nya Iran sebagai orang paling berkuasa dan diyakini sebagai keturunan Rasulullah lewat cucu kesayangan Rasulullah Hasan dan Hosen itu

Mereka ditandai dengan gelar "Ayatollah" sang Imam (pemimpin umat) sedangkan mereka2 yang memakai gelar "Mollah" diyakini juga sebagai keturunan Rasulullah dari garis keturunan ibu yang nasab-nya juga berakhir hingga Hasan dan Hosen, para Mollah di Iran sebagai Imam (pemimpin) Masjid

Naaa ..... benarkah "SIDI" itu keturunan ulama2 Syi'ah yang pernah datang ke Pariaman yang diyakini masih keturunan Rasulullah? Wallahualam bissawab, kakek (ayah dari ibu) saya almarhum Sidi Ali itu sih rasa2nya dulu waktu saya masih SMP pernah ngomong gitu, jadi giman yaa ...... udah deh tarok-lah iyaa, gitu aja kok reefoooot .... pantesan Elly Kasim ngomong gitu dalam lagu-nya

Naaah .... udah ketauan kan kalok yang namanya SIDI itu di Pariaman "urang nan batuah?
Nggak bohongkan Elly Kasim?
Iyaa itu tadi, Islam itu disebarkan lewat jalur dagang dan perkawinan, sebagai orang yang lebih banyak tahu tentang Islam, ulama yang juga nyambi sebagai saudagar itu kan boleh dong menikahi gadis2 setempat tentu saja dipilih anak orang2 berpengaruh seperti anak Datuak / Pangulu nan Godang Basa Batuah itu, lalu disepakati anak2 keturunan ulama atau orang alim ini ditandai dengan gelar SIDI yang kalau didaerah Pesisir Timur Sumatera seperti Deli, Langkat, Riau dan Semenanjung Tanah Melayu biasa dipanggil "SAID" yaitu keturunan orang2 alim, kira2 gituuuu lah cerita-nya

Gimana dengan SUTAN dan BAGINDO?

Mereka2 yang mewarisi gelar ini diyakini sebagai "KETURUNAN PEMBESAR2 ISTANO ALAM PAGARUYUANG"

Pada masa2 tertentu RAJO ALAM PAGARUYUANG melakukan TOUR of AREA kedaerah2 tertentu diwilayah kekuasaan-nya entah itu ke Inderagiri, Siak, Gasib, Gunung Sahilan, Rokan Kubu Bangko, Rokan Tinggi, Lipat Kain, Kuantan dll. di kawasan Rantau Pesisir Timur Riau atau kekawasan Rantau Pesisir Barat seperti ke Kinali, Tiku, Pariaman, Padang Darek, Indrapuro, Kurinci, Jambi dll

Tidak semua daerah ini bisa dikunjungi SANG RAJO ALAM PAGARUYUANG, maka diutuslah orang2 kepercayaan beliau, kunjungan ini dimaksudkan tentu saja sebagai pengawasan melekat bahwa semua kawasan tersebut masih patuh dan masih dibawah kendali Rajo Alam Pagaruyuang, biasa-nya pulang ke Pagaruyuang para pembesar ini membawa oleh2 sebagai "TANDA KETUNDUKAN" daerah kepada pusat, tanda ketundukan itu berupa barang berharga seperti emas atau komoditi lain-nya yang biasa disebut sebagai "AMEH MANAH"

Nah .... Pembesar2 dari Istano Alam Pagaruyuang ini didaerah tertentu kan bisa aja lama disuatu tempat, yang kadang2 menikah dengan gadis setempat dan tentu saja penguasa setempat memaklumi hal ini, kan masih banyak stock gadis anak kemenakan penguasa setempat yang bisa ditawari sebagai istri pembesar pusat itu, iyyaa kan?

Anak keturunan Pembesar2 Istano Pagaruyuang dengan gadis2 setempat itu setelah besar ditandai dengan gelar "SUTAN atau BAGINDO"

Yang jelas SUTAN atau BAGINDO ini bukan berasal dari keturunan orang sembarangan, ayah mereka yang orang kepercayaan Istano Pagaruyuang itu masih kerabat RAJO ALAM PAGARUYUANG, entah adik, anak, kemenakan dll. makanya Elly Kasim mengatakan "Di Pariaman Urang Batuah" ... you get it?

Naah .... sesuai subject diatas untuk mereka2 di-istimewakan ini yang mewarisi gelar SUTAN ataupun BAGINDO ataupun SIDI dari ayahnya oleh adat Pariaman berlaku "Adat Bajapuik" artinya turun dari rumah ibunya untuk disandingkan dengan anak daro dan kelak jadi urang sumando di-rumah keluarga istrinya, harus dilengkapi secara adat waktu acara "Manjapuik Marapulai" dengan Payuang Kuniang sebagai lambang kebesaran Raja2 Melayu, tiga buah cincin emas yang di-ikat dengan secarik kain kuning, sebilah Sewah (mirip2 rencong Aceh), Siriah Carano Salangkok-nyo, Uang Jemputan (bisa berupa uang, perhiasan emas seperti gelang, rupiah atau ringgit emas sejumlah yang telah dimufakati sebelumnya) dan tentu saja harus dijemput oleh atau atas nama "Mamak Kapalo Warih" dari keluarga si anak daro (biasanya diwakili oleh seorang "Kapalo Mudo" yang udah jagoan berpetatah petitih serta diramaikan oleh iring2an para sumandan (sumando perempuan keluarga anak daro yang berpakaian merah2) dan di-bunyikan peralatan bunyi2an seperti talempong dan tambua

Eh.. iyaa.. mak Darul
Kawasan 2X11 6 Lingkuang atau daerah Kayu Tanam dan sekitarnya secara administrasi pemerintahan memang masuk kedaerah Kabupaten Padang Pariaman, namun sebagian besar kawasan ini bukanlah "Pendukung Budaya Piaman"

Orang disini menamakan diri sebagai "Kapalo Darek Ikua Rantau" maksudnya adat istiadat mereka lebih dekat ke Padang Panjang, nah kalaupun ada yang sama dengan budaya Pariaman tentulah untuk daerah2 yang berbatasan dengan kecamatan Tujuah Koto atau Lubuak Aluang, banyak diantara orang daerah sini yang keberatan dipanggil "AJO" mereka biasa dipanggil "UDA" artinya mereka keberatan disebut sebagai "Urang Piaman"

Jadi untuk memastikan "orang sini" memang pendukung budaya Piaman, memang harus disigi dulu, karena banyak yang berasal dari Batipuah, Padang Panjang ataupun pinggiran Agam seperti Koto Baru dan Pandai Sikek yang tidak ada sangkut paut dengan budaya Piaman, lain hal untuk kawasan seperti Kiambang, Sicincin, Pakandangan dan sekitarnya masih bisa dikatakan ada hubungan dengan akar budaya Piaman, namun mereka bahkan sampai ke Lubuak Aluang dan Pasa Usang sekalipun kadang nggak merasa "Piaman Bana" lihat aja mereka tidak menggunakan panggilan "ajo" tetapi "uda" makanya adat pinang meminang dan alek baralek nggak sama persis dengan yang di Piaman

Ada juga sih, oknum2 yang akal bulus, ngaku2 Piaman agar bisa minta "Uang Ilang" kepada calon besan-nya, padahal aslinya sih enggak, jadi harus "Teliti dulu sebelum Membeli"

Sebenarnya satu hal yang bisa kita tangkap bahwa "ORANG PIAMAN ITU SANGAT PEDULI TERHADAP ANAK / DUNSANAK / KEMENAKAN PEREMPUAN" nya, oleh karena itu "Gadih Gadang Indak BalakiI" dianggap sebagai suatu ancaman yang harus diantisipasi jauh sebelumnya, semua sumber daya dikerahkan sebisanya agar anak/dunsanak/kemenakan perempuan "bajunjuangan" alias udah punya suami

Urang Piaman nggak mepedulikan anggapan mereka2 yang bukan pendukung budaya Piaman dengan istilah "DIBELI" yang penting anak/ dunsanak / kemenakan perempuan mereka terselamatkan dari ancaman "Gadih Gadang Indak Balaki" itu sebagaimana disebutkan:

"lalok sakalok barasian, mato tanido mimpi tibo, dapek dek hati kato bana, dipujuak indak kunjuang ilang, dilengah indak kunjuang lupo namun bana takana juo, apo banalah nan takana dek ambo tu kini, dilayangkan pandang nan jauah, ditukiakkan pandang nan ampia, tabuang pandang ka nan lapang tatumbuak pandang katangah rumah, tampaklah anak sadang lalu, ditengok anak lah gadang"

"pipatah ado mangatokan, jalan tarikat baibarat putuih alemu banasakah sadang li hadis lai badalia kunun kato tak bamisa, dimisakan bak mananam kacang panjang, bijo baiak tanahnyo subur, kacang ditanam nanlah tumbuah, ditengok pucuak lah mancumua, aka lah mulai nak malilik, daun lah baransua nak manjurai, lah mungkin bungo nan kakalua, lah sah buah nak nyo adang, manuruik pituah dinan tuo, supayo daun nak barasiah, supayo buah nak salamaik lah patuik kacang dibari bajunjuangan

"diambiak kisah tantang pado anak, kok tinggi lah manyentak rueh, kok gadang lah mambaok buku, lah patuik dipulangkan karumah tanggo-nyo dicarikan jodoh jo junjuangan, dek kito silang nan bapangka, barang nan indak lah bacari barang nan jauah lah bajapuik, nan hampia lah ba-adokan, lah tasadio kajodoh anak kamanakan kito-ko, bagi silang nan bapangka disiko janji mangko ditapeki, disiko utang mangko diansua, disiko baban mangko kadilapehi"

Jadi mamak & sanak kasadonyo

Ini semua berpangkal dari ketentuan adat bahwa ada tiga hal yang harus di antisipasi yaitu
1. "Rumah Gadang Katirisan" (nggak dibahas sekarang)
2. "Mayik Tabujua Ditangah Rumah (juga nggak dibahas sekarang)
3. "GADIH GADANG INDAK BALAKI" (disinikan punca-nya)

Jadi adanya KETAKUTAN yang berlebihan kalau anak2 perempuan mereka nggak kebagian suami, apalagi bila anak gadisnya dinilai udah kelewat umur, yaaaa .... kabarnya sih semakin sulit dapat laki, apalagi kecendrungan manusia laki2 itu kan mau-nya perawan ting2 dibawah 20 tahun, sehingga timbul ketakutan para ortu/mamak/dunsanak laki2 mereka

Jadi jelas disini bahwa ketakutan yang berlebihan itu memunculkan persaingan atau kompetisi yang tidak sehat, sang gadis tentu saja nggak di-anjurkan keluyuran sana sini sambil cari jodoh karena hal demikian akan memalukan sang ortu/mamak/dunsanak laki2, jadi mereka tidak akan mempediarkan anak/dunsanak/kemenakan perempuan mereka ngelayap sana ngelayap sin hingga di cap sebagai "gadis jongkek" alias "cewek palala"

Jadi sang ortu/mamak harus bertanggung jawab mencarikan jodoh untuk anak2 perempuan-nya

Naa.. karena semua mamak pada sibuk mencarikan jodoh untuk anak kemenakan masing2, yaa yang dicari tentu jadi rebutan, nah kalau udah rebutan begini kan yang bakalan menang kan cuma satu, iyakaan?

Nggak salah kok bila kita katakan sesuai teori dasar ilmu ekonomi, bila tingkat permintaan (D=demand) meningkat maka harga akan naik atau bila tingkat penawaran (S=supply) menurun sementara tingkat permintaan (D) semakin meningkat maka harga akan semakin naik

Jadi yang salah bukan yang punya anak laki2 (mereka toh tenang2 aja, malahan yang terjadi justru ketenangan-nya yang jadi ter-usik) karena yang punya anak perempuan yang sibuk nggak ketulungan, takuuuut bangeet bila punya anak perempuan dibilang udah perawan tua

Jadi kalau menurut sanak Rahima salah siopooooo dooong?

Menghadapi fenomena yang serba sulit ini, orang Piaman harus pintar, putar otak (awas jangan terlalu putar, ntar lepas pula baut2nya) gimana pintar-nya?

Kalau gitu jangan cari menantu "Orang Piaman" kan banyak tuh yang orang Jawa, Melayu Riau, Sunda, Dll. pokoknya nggak ngeluarin duit sepeserpun malah sebaliknya calon suami yang ngasi duit seperti calon pengantin laki2 Melayu Riau akan memberikan "Uang Hantaran" segepok kepada keluarga calon istrinya, iyaakan, gitu aja kok susah amat, sedangkan si amat aja nggak pernah susah, heeeee ... heeeeee

Biarin aja tuh "Laki2 Piaman" nggak ada yang ngelamar, biar mereka pusing 7 keliling di cap sebagai "Bujang Lapuak" rasa in lu jadi lapuak tagantuang heee ...heeee ...

Tapi kan kenyataan nggak semua begitu ..............

Memang ada beberapa keluarga Piaman yang jadi buah mulut karena "galia", kalau punya anak laki2, mau-nya dapat menantu perempuan Piaman, biar dapat uang ilang, kan lumayan buat ongkos pesta, tapi kalau punya anak perempuan nggak mau ngelamar laki2 Piaman, mending cari yang orang JHOWO, lhaaa ini baru hueeebhaat, orang kat'e "DAPEK AMEH SAGADANG URANG" dapat mas jawa yang beratnya +/- 70 kilo, itu bhuaruu Hueebhaaat ... heeee ... heee

wasalam
abp

refer :http://www.mail-archive.com/rantau-net@rantaunet.com/msg23158.html

47 Comments:

At October 4, 2008 at 6:56 AM , Blogger Gusnaedisaid said...

hebat sekali komentar ajo ko. Ambo ingin tau lebih banyak mengenai gelar sidi dan hubugannya dengan orang timurtengah termasuk persia...

tolong ya Jo ...

 
At January 31, 2009 at 12:15 AM , Blogger H.S.M.Historya Ayanda said...

halo, ayah saya H. Sidi Makmur bin Sidi Tanin bin...., nah saya udah gak tau keatasnya, berasal dari Sungai Sariak, Pariaman. Saya sendiri sejak berusia 2 tahun sdh merantau berpindah2 ngikutin tugas ortu yg hampir saban 3 tahun pindah dari sumbar sampai ke irian dll. Tetapi saya bangga menjadi urang minang khususnya urang piaman. Hingga akhirnya setahun lalu saya mulai bertanya2 sendiri, apa itu gelar SIDI?? menurut tulisan buya Hamka dan bbrp tulisan memang benar bahwa org2 yg bergelar SIDI itu adalah ber-nashab hingga kepada Hasan dan Husein melalui keturunan Ahmad bin Isa hingga Jamalullail yg datang ke daratan Aceh, hingga anggota keluarga dr Jamalullail inilah yg masuk ke ranah Pariaman, wallahu'alam.
H.Sidi M. Historya Ayanda

 
At May 17, 2014 at 3:45 PM , Blogger riZkaaa said...

This comment has been removed by the author.

 
At May 18, 2015 at 1:03 AM , Blogger Unknown said...

Bagaimana dengan anak laki2 yang lahir dr org tua laki2nya bkn berasal dr Pariaman, misalkan Pasaman. sedangkan ibunya org Pariaman.Bagaimana status gelar utk anak laki2 tsb? apakah tdk bergelar atau tetap menurunkan gelar dr ayahnya? (itupun juga ada gelarnya)

 
At August 14, 2015 at 2:26 PM , Blogger Unknown said...

Ibu saya orang betawi ayah say orang pariaman keturunan muhammad saleh urang kayo basa dan ayah sata bergelar bagindo..apakah saya juga memakai gelar itu juga

 
At August 14, 2015 at 2:26 PM , Blogger Unknown said...

Ibu saya orang betawi ayah say orang pariaman keturunan muhammad saleh urang kayo basa dan ayah sata bergelar bagindo..apakah saya juga memakai gelar itu juga

 
At December 7, 2015 at 6:24 PM , Blogger Zelmi said...

maaf keluar dari topik pembicaraan,,
saya sedang meneliti tentang sejarah muhaad shaleh dan rumah gadang muhammad saleh di pariaman,,
apa Bapak @iko quraisin bisa membantu?
terima kasih,,

 
At May 31, 2016 at 3:00 PM , Blogger Unknown said...

sidi merupakan gelar sayyid dari keturunan sayyidina ali, langsung dr timur tengah,, bagindo merupakan keturunan sayyidina hasan yg berasal turun di kerajaan malaka dan memasuki aceh, menjadi petinggi di kerajaan aceh kemudian keturunan nya masuk ke tanah pariaman,, mereka di beri gelar bagindo berasal dari (baginda nabi) karena kemiripan wajah sayyidina hasan dengan baginda nabi, sedangkan sutan berasal dari kerjaan pagaruyung yg di utus oleh raja untuk mengaman kan daerah pesisir pariaman agar tetap masuk wilayah pagaruyung, yg karena pada saat itu banyak sekali pendatang dari luar khusus nya dari aceh dan timur tengah... mengenai sebutan sidi (sayyidina ali), bagindo (baginda rosul) sutan (keturunan raja pagaruyung).. semua gelar nya mengikuti garis keturunan dari bapak dan ayah hingga kakek dari ayahnya..kebanyakan gelar sidi bergelar nasab alhadad dan al idrus di timur tengah nya,, sedangkan bagindo bernasab pada alhasani umum nya alhasani aljaelani,, berketurunan hingga petinggi aceh yg berketurunan dari sultan syech arifin ismail aljaelani alhsani dipulau besar malaka malaysia..

 
At June 11, 2016 at 6:53 AM , Blogger Unknown said...

Maaf pak kalau boleh info... berarti yg bergelar bagindo juga merupakan golongan habaib?kalau iya fam mereka selain aljaelani apa ya?terimakasih

 
At August 8, 2016 at 3:23 AM , Blogger Unknown said...

silahkan kunjungi channel ambo, ado pembahasan tetang piaman mah.


http://www.youtube.com/c/andramanday

 
At August 10, 2016 at 11:18 AM , Blogger adistira setiadi said...

assalamualaikum..ibu saya pariaman alm.ayah saya bukit tinggi.yg mw saya tanyakan bgni.saya menikah dgn.orang batak.marga siregar.namun dia melayu.di saat saya menikah saya di beri gelar sutan oleh kel saaya.krn alm.ayah saya bagindo.yg saya tanyakan apakah bisa suatu gelar itu bisa di berikan?? saya jga ingin.tau lebih byk ttg sejarah urang awak..mohon balas ke email saya mr.adistira.setiadi@gmail.com

 
At February 11, 2017 at 1:16 PM , Blogger Unknown said...

Saya dari Halmahera Utara Maluku Utara tepatnya di Kota Tobelo, Kakek buyut kami bersama Idris Sidi Umar. Adakah yg bisa bantu saya tentang asal Keturunan kami? Ayah saya lahir di Maluku Utara dari Bapak Bahauddin Sidi Umar dan Ibu Maimunah Datuk Bandaro. dari cerita ayah kami bahwa Ibu dari Kakek buyut kami dari Maninjau dan Bapaknya dari Pariaman.

Kalau ada yg mau berbagi kirim di email saya : sidiumarar@gmail.com

Wassalam.

 
At April 11, 2017 at 6:32 PM , Blogger Unknown said...

Saya sidi dari pariaman...alm.ayah saya pernah bercerita mengenai asalusul keturunan sidi dari arab keTiku...dan bercerita mengenai imam 12..semoga kita selalu diberkahi ALLAh swt..Amin

 
At June 5, 2017 at 8:40 AM , Blogger tomanbunga said...

Saya Ikram dari Malaysia. Ayah saya penah berkata Keturunan saya berasal dari Padang, Indonesia. Apa yang saya tahu nama alm datuk saya bernama Hj Alias Bin Bagindo Naem. Sehingga takat ini saja yg saya tahu. Saya berdoa agar salah silah keturunan Bagindo ini disatukan semula.

tomanbunga@gmail.com

 
At July 3, 2017 at 7:39 AM , Blogger Unknown said...

Catatan Gelar Sidi

Daerah Pariaman merupakan kawasan pesisir pantai jauh sebelum kedatangan bangsa bangsa Indochina dipimpin oleh Dapunta Hyang telah dihuni oleh bangsa Gujarat, Malabar dan Srilanka dan jauh sebelumnya telah ada ras Negrito dan Austronesia yang mendiami kawasan tersebut. Ekspansi yang dipimpin oleh Dapunta Hyang bergerak dari daerah Minangatamwan yang berada dimuara sungai kampar kanan dan sungai kampar kiri menuju dataran tinggi sumatera barat, untuk seterusnya bergerak dan akhirnya menetap di Palembang mendirikan kerajaan Sriwijaya.

Kedatangan bangsa Indochina dibawah pimpinan Dapunta Hyang dianggap oleh para sejarawan sebagai migrasi kedua dari bangsa yang mendiami kawasan Asia selatan. Ada juga yang berpendapat bahwa migrasi pertama yang berasal dari Asia selatan, mereka berasal dari daerah yang bernama Dongson berkebudayaan perunggu dan mendiami daerah pegunungan Asia selatan. Sedangkan yang datang dan bergerak dari daerah Minangatamwan menuju dataran tinggi Sumatera Barat tidaklah dapat dikatakan sebagai migrasi penduduk. Lebih tepat dikatakan ekspansi bangsa Indocina yang bisa saja berasal dari Kamboja atau Champa. (Prasasti Kedudukan Bukit, 684 M)

Migrasi bangsa Indochina yang berasal dari pengunungan Dongson kawasan Asia Selatan adalah migrasi pertama yang berlangsung berabad-abad sehingga terjadi asimilasi dengan ras Negrito dan Austronesia kemudian melahirkan kebudayaan Neolitich.

Kedatangan bangsa Indochina melalui jalan ekspansi merupakan migrasi kedua yang dipimpin oleh Dapunta Hyang berhasil menaklukkan dataran tinggi Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu dan mendirikan Kerajaan Sriwijaya kemudian menyerang kerajaan Taruma Negara yang beragama Hindu di Pulau Jawa (Prasasti Talang Tuo, 685 M).

Oleh sejarawan, kedatangan bangsa Indochina, baik yang datang secara berimigrasi maupun yang datang melalui ekspansi sebagai nenek moyang bangsa Melayu dan nenek moyang bangsa Minangkabau.
Dapunta Hyang atau Sri Jayanasa mendirikan kerajaan Sriwijaya dan dinasty (wangsa) Syailendra sebagai penguasa kerajaan beragama Budha aliran Hinayana terkuat dan terbesar di Nusantara. Kemudian Adityawarman mendirikan kerajaan Malayupura (tulisan dibelakang Arca Amoghapasa, Prasasti Kuburajo, dan Prasasti Batusangkar) dan memindahkan pusat kerajaan tersebut di pedalaman Sumatera Barat. Pada tahun 1347 M kerajaan ini akhirnya lebih dikenal dengan Kerajaan Pagaruyung.

Adityawarman sendiri merupakan keturunan Raja Majapahit hasil perkawinan dengan Dara Jingga, Putri dari Kerajaan Dharmasraya. Adityawarman beragama Hindu dan Bidha (Sinkrentis). Sampai pada pertengahan Abad XIV kerajaan Pagaruyung masih beragama Budha yang dipadukan dengan Hindu.
Belum ada satu manuskrip yang menyatakan Islam sudah ada di dataran tinggi (Pedalaman) Sumatera Barat pada masa tersebut. Sekitar tahun 1513 barulah ada raja Pagaruyung yang memeluk Agama Islam, sebutan Raja berubah menjadi Sultan. Sultan pertama pagaruyung adalah Sultan Ahmadsyah dan Sultan pertama tersebut jelas bukanlah merupakan keturunan dari Aditywarman.

BANGSA ARAB DI PARIAMAN

Situasi yang sangat berbeda bila dibandingkan dengan daerah pesisir pantai, Pariaman merupakan kawasan pesisir pantai dihuni oleh orang Gujarat dan Malabar yang berasal dari India. Pariaman atau dalam Hikayat Raja-raja Pasai disebut dengan Faryaman pada saat masuknya Dapunta Hyang ke dataran tinggi (pedalaman) Sumatera Barat, disini sudah mengakar kuat agama Hindu. Masyarakat Hindu membagi manusia dalam empat tingkatan struktur sosial atau yang lebih dikenal dengan Kasta.

Kasta Brahmana dikenal sebagai struktur masyarakat tertinggi, mereka adalah kaum pendeta. Kasta ini sangat menjaga kesopanan, etika dan moralitas yang tinggi dan umumnya mereka menjadi penasehat raja. Kasta Ksatria merupakan struktur masyarakat Hindu ditingkatan kedua, mereka adalah kaum bangsawan dan pembesar kerajaan umumnya mereka juga sangat menjaga kesopanan, etika dan moralitas. Kasta waisya merupakan struktur masyarakat Hindu

 
At August 5, 2017 at 3:31 AM , Blogger Unknown said...

Panjang tpi gk nyambung

 
At January 18, 2018 at 11:39 PM , Blogger Yusree said...

Assalamualaikum.saya dari Malaysia yang berketurunan bagindo..saya mencari ahli keluarga yang lain yang berada di Pariaman.datuk saya bagindo hasin bin bagindo manap bin bagindo alam bin bagindo pendekar..ada sesiapa disini tahu akan serba sedikit tentang susur galur saya..saya ingin tahu sejarah keluarga saya..

 
At May 23, 2018 at 8:17 PM , Blogger Unknown said...

Wa'alaikum salam
Datuk dari datuk saya bernama Bagindo rajo duabelas koto yg merantau ke jawa sampai ke Rembang jawa tengah. Menurut cerita keluarga seharusnya menjadi rajo atau semacam bupati ,tapi karena kurang cakap kemudian adiknya yg menjadi rajo,hingga merantaulah datuk kami ke tanah jawa.
Pernah keluarga kami berusaha mencari kerabat di pariaman,namun kabarnya keturunannya sudah merantau ke Malaysia.

 
At May 23, 2018 at 8:28 PM , Blogger Unknown said...

Datuk kami merantau ke jawa sekitar tahun 1830

 
At September 25, 2018 at 8:39 AM , Anonymous Anonymous said...

Assalamualaikum.. Admin.. Bisakah diafakan perkumpulan dari orang pariaman yg bergelar sidi, bagindo, sutan dan dilakukan persamaan persepsi asal usul keturunan dan kita disana membahas tentang leluhur dan kalau bisa mulai di buatkan ranjinya? Jujur saya sangat bangga sebagai orang pariaman, ayah saya begelar sutan dan saya pun bergelar sutan.. Tetapi nenek saya dari pihak ibu mengatakan bahwa beliau keturunan dari daerah sungai limau, dari keturunan raja sikilang aia bangih dan dari padang panjang dan bukittinggi.. Mohon untuk ada pertemuan sesama kita keturunan pariaman murni

 
At November 4, 2018 at 6:30 AM , Blogger Unknown said...

Assalamualaikum wr wb
Informasi dr catatan sejarah gelar Sidi di Pariaman berasal dr fam Jamalullail.
Wa 082387277299

 
At November 4, 2018 at 6:34 AM , Blogger Unknown said...

Bagindo bukan gelaran habaib.

 
At November 4, 2018 at 6:37 AM , Blogger Unknown said...

Gelar dr ayah itu gelar limbago.
Dr ibu tidak turun gelar kecuali suku saja

 
At November 4, 2018 at 6:38 AM , Blogger Unknown said...

Assalamualaikum wr wb
Ana sempat komunikasi dengan seorang sayyid dr semarang menurut keterangan beliau Sidi di Pariaman adalah dr Fam Jamalullail masih berhubungan dengan Jamalullail di Aceh

 
At November 4, 2018 at 6:39 AM , Blogger Unknown said...

Gelar dr ayah itu gelar limbago.
Dr ibu tidak turun gelar kecuali suku saja

 
At November 4, 2018 at 6:39 AM , Blogger Unknown said...

Bagindo bukan gelaran habaib.

 
At November 4, 2018 at 6:39 AM , Blogger Unknown said...

Assalamualaikum wr wb
Informasi dr catatan sejarah gelar Sidi di Pariaman berasal dr fam Jamalullail.
Wa 082387277299

 
At November 16, 2018 at 8:44 PM , Blogger Unknown said...

Menurut saya yg secuil sejarah tdk banyak referensi yg saya baca bahwa islam masuk ke sumatera barat dimana sebelumnya mastarakat menganut keoercayaan hindu dan budha dengan kasta2 nya masuk iskam dengan cara
expansi dari daratan kerajaan sriwijaya dan dari jalur laut ke pesisir pariamman dengan jalur keterunan Rasulullah sehingga terjadi perkawinan canpuran saidina (sidi) dan anak raja2 hindu yg kawin dg keturunan sidi yg oerempuan bergelar bagindo (gala dak dapek di asak) kalau ada saudara yg punya buku2 bisa share refrensinya, rasanya tdk banyak catatan sejarah tentang ini urang darek urang pasisia apakah benar pariaman dulu dibawah kekuasaab pagaruyuang, Allahualam

 
At December 25, 2018 at 11:27 AM , Blogger Unknown said...

kalo sidi kelarnya sayyid kah

 
At June 14, 2019 at 11:34 PM , Blogger Unknown said...

setan pajatu kato kato e mode urang pki,yg anti dgn keturunan nabi muhhamad,mangaku banamo (sidi umar yassin )parangai samo co pki baruak,mangecek saenak e dewek....ayah dari amak nyo bergelar (sidi).dan amak pajatu dapek gelar syarifah karano amak nyo waanita,jdi amak pajatu nikah jo laki laki urang jawa atau laki laki urang darek dan mereka punyo anak laki laki indak dapek gelar (sidi)karano darah ayah nyo alah berbeda dan lain,dan anak perempuan mereka pun tidak dapat gelar (puti/siti/syarifah) bergitu lah asal muasal nyo......

 
At September 13, 2019 at 3:05 AM , Blogger Unknown said...

Kalau Bagindo itu bukan dzuriyah rasul, karna Bagindo dr Syarifah yg dinikahkan dgn raja Hindu yg udah masuk Islam..
Sedangkan nasab dr ayah... Otomatis nasab terputus

 
At May 21, 2020 at 9:30 AM , Blogger Unknown said...

Assalamualaikum, mau tanya. Nama saya jainul karim, apabila saya nikah sama orang jawa. Lahir anak laki2. Masihkah gelar SIDI saya terus ke anak laki2 saya. Terimakasih .

 
At May 21, 2020 at 9:36 AM , Blogger Unknown said...

Mohon bantuannya bila ada catatan nama2 turunan SIDI, saya cuma tau 3 generasi ke atas.setelah itu sambung ke atas tidak tau. Saya SIDI jainul karim Bin SIDI Muslim Bin SIDI Darwis Bin SIDI Mahesan Bin SIDI .... , mohon info klw ada yg tau. Terimakasih

 
At August 17, 2021 at 11:21 AM , Blogger Unknown said...

Lai tau sidi jainul,sia2 je kakak baradiaknyo atuak sidi nsn banamo sidi darwis tuh ?
Dima asa nagarinyo atau dima kampuang asanyo ??

 
At September 20, 2021 at 6:55 PM , Blogger Unknown said...

Apakah Gelar Sidi termasuk Habaib?

 
At September 20, 2021 at 7:00 PM , Blogger Unknown said...

Waalaikumsalam tentu masih karena nasab/darah itu dari ayah gak akan pengaruh. nikah dengan orang mana kalo anda laki laki pasti anak anda se nasab dengan anda

 
At October 9, 2021 at 10:42 AM , Blogger Unknown said...

Kami sudah membuat group whatsapp dan facebook khusus nan bagala Sidi.
Wa 081310646358
Facebook: Iman Arsyad
Group : Ahlul Bait sidi/siti pariaman & parantaun

 
At October 20, 2021 at 10:52 AM , Blogger Unknown said...

Info sidi
Wa 081310646358

 
At October 20, 2021 at 10:54 AM , Blogger Unknown said...

Assalamu'alaikum
Yang bergelar sidi dr ayahnya silahkan gabung ke group facebook Ahlul Bait Sidi/siti pariaman dan parantauan
Group wa daftar di 081310646358

 
At October 20, 2021 at 10:57 AM , Blogger Unknown said...

Sidi adalah sebutan Sayyid utk di pariaman

 
At October 20, 2021 at 10:58 AM , Blogger Unknown said...

Info sidi
Wa 081310646358

 
At October 20, 2021 at 10:59 AM , Blogger Unknown said...

Assalamu'alaikum
Yang bergelar sidi dr ayahnya silahkan gabung ke group facebook Ahlul Bait Sidi/siti pariaman dan parantauan
Group wa daftar di 081310646358
Ditunggu

 
At October 20, 2021 at 11:04 AM , Blogger Unknown said...

Banyak dan yg lainnya selain jamalullail, idris alhasani
Al Jailani, Al Kadzimi, Al Mahdali, Al idrus, Bin Thahir, al haddad, bin yahya, albar, al hamid,dll

Yg bergelar sidi bergabung di Group Facebook AhlulBait Sidi/siti pariaman dan parantauan

 
At November 29, 2021 at 7:12 AM , Blogger Umar alhafidZ said...

Amiin..
Wk gelar bagindo

 
At November 29, 2021 at 7:17 AM , Blogger Umar alhafidZ said...

Masih diragukan kalo gelar bagindo dapat dari raja hindu nikah dengan syarifah...
Karna syarifah dilarang nikah dengan ahwal...
Menurut ambo lebih kuat apa nan dikatakan Buya Hamka.. Bahwa gelar BAGINDO di dapat dari pertalian darah raja raja ACEH..

 
At January 30, 2022 at 5:31 PM , Blogger Putra said...

Nahh ini masuk akal

 
At March 20, 2022 at 10:21 AM , Blogger Habsyi said...

Adityawarman bukan keturunan Majapahit...Kerajaan Dharmasraya itu berada di Sumatra barat.

 

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home